PENIPUAN MELALUI SMS (APAKAH BISA DIUSUT DAN DIPIDANAKAN?)

Beda dengan artikel sebelumnya perkait pinjaman online, pengiriman pesan singkat atau SMS ini juga tidak jarang menimbulkan korban. Dikatakan berbeda dengan pinjaman online karena pesan singkat atau SMS ini biasanya memberikan pesan terlebih dahulu seperti (selamat anda memenangkan undian uang sebesar Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah, silahkan hubungi nomor yang tertera), lalu dikirimkan ke nomor yang dituju yang menyebabkan si yang dituju tergiur dengan angka uang sebesar Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah) tersebut, dimana persyaratan yang diharuskan adalah menyerahkan uang terlebih dahulu sebagai pengurusan administrasi lalu uang sebesar Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah) bisa diberikan. Bukannya mendapatkan uang sebesar Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah) tersebut, setelah si yang dituju menyerahkan uang administrasi uang sebesar Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah) tidak kunjung diberikan kepada si yang dituju yang tentu menyebabkan yang dituju merasa sangat ditipu.

Pasal 378 KUHP menyatakan bahwa “barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapus piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun”.

Untuk memahami seseorang dapat tidaknya dikenakan persangkaan atau dugaan tindak pidana penipuan berdasarkan pasal 378 KUHP, harus diketahui terlebih dahulu unsur-unsur pasal yang penting dalam 378 KUHP. Unsur pasal merupakan komponen atau syarat yang harus dipenuhi dalam suatu dugaan tindak pidana untuk dapat menentukan seseorang terbukti bersalah atau tidak oleh hakim.

Unsur yang ke (1) “dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hukum”, tentu dengan adanya pengiriminan SMS atau pesan singkat yang ditujukan oleh pelaku kepada si calon korban, sudah dapat dipahami bahwa adanya maksud atau niat menguntungkan diri sendiri ataupun sekelompok mereka dengan cara melawan hukum yaitu “membohongi” akan mendapatkan sejumlah uang setelah dikirimkan uang administrasi terlebih dahulu, namun kenyataannya setelah dikirimkan uang tersebut, pelaku kabur dan sama sekali tidak memberikan uang seperti yang dibicarakan sebelumnya.

Unsur yang ke (2) “dengan memakai nama palsu”, harus diketahui dan dipahami dengan si pelaku mengirimkan SMS mengatas namakan perusahaan-perusahaan besar menyebabkan banyak orang beranggapan bahwa ini merupakan benar dari perusahaan-perusahaan besar tersebut sehingga menyebakan si yang dituju percaya dan mau mentransfer uang administrasi yang disyaratkan sebelumnya.

Unsur yang ke (3) “dengan tipu muslihat”. Tipu muslihat merupakan perbuatan-perbuatan yang menyesatkan, yang dapat menimbulkan dalih-dalih yang palsu dan gambaran-gambaran yang keliru dan memaksa seseorang untuk menerimanya (Hoge Raad 30 Januari 1911). Perbuatan yang dilakukan oleh si pelaku dengan menggunakan nama palsu, perkataan-perkataan didalam SMS yang nantinya akan memberikan uang sebesar Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah) merupakan perbuatan yang menyesatkan karena merupakan perbuatan yang tidak benar, karena secara logika berfikir bagaimana bisa seseorang yang tidak pernah mengikuti undian berhadiah bisa menang undian?.

Unsur yang ke (4) “menggerakan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya”, pelaku dengan tipu muslihat dan maksud untuk menguntungkan diri tersebut membuat suatu penawaran-penawaran yang tidak masuk akal yang dengan perbuatan tersebut menyebabkan orang lain atau korban yang dituju menyerahkan uang kepada si pelaku.

 

Sehingga perbuatan si pelaku penawaran pengambilan hadiah undian melalui pesan singkat atau SMS dikaitkan dengan unsur-unsur pasal dalam 378 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana), menyebabkan perbuatan atau perilaku tersebut telah terpenuhi dalam unsurnya, menyebabkan pelaku dapat dipidanakan menggunakan pasal penipuan atau perbuatan curang.

 

Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk saudara semua sebagai pembaca yang baik.

Jika ada pertanyaan silahkan tinggalkan di kolom komentar dan silahkan juga berikan masukan mengenai materi apa yang ingin saudara baca dalam artikel saya selanjutnya.

Terima Kasih.

 

Leave a Reply

1
Hi, ingin konsultasi mengenai hukum?
langsung klik disini ya
Powered by